Postingan

Analisisi Novel Surga Yang Tak Dirindukan

MAKALAH KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SURGA YANG TAK DIRINDUKAN KARYA ASMA NADIA: ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Apresisasi Prosa Fiksi Dosen Pengampu: Kurniasih Fajarwati, M. Pd. Disusun Oleh: Siti Khotijah (163151036) TADRIS BAHASA INDONESIA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA SURAKARTA 2018 BAB I PENDAHULUAN             Karya sastra merupakan hasil imajinasi manusia yang bersifat indah dan dapat menimbulkan kesan yang indah pada jiwa pembaca. Imaji adalah daya pikir untuk membayangkan atau menciptakan gambar-gambar kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang. Menurut genrenya, karya sastra dapat dibagi menjadi tiga, yaitu: prosa (fiksi), puisi, dan drama. Sastra merupakan sebuah cipta, rasa, karya dan karsa yang menonjolkan sisi keindahan di dalamnya. Sastra sendiri didapuk menjadi rangkaian materi yang luas, dimana kita memerlukan se...

Resensi novel PARVANA Sang Pencari Nafkah

Resensi Novel Parvana Sang Pencari Nafkah Identitas Buku Judul Resensi : Mentari Judul Buku :  Parvana Sang Pencari Nafkah Penulis buku : Deborah Ellis Penerbit Buku : PT Gramedia Kota Terbit : Jakarta Cetakan : Pertama, Maret 2011 Tebal Buku : vi+122 hlm.; 13.5 cm x 20 cm ISBN : 978-979-91-0330-7 SINOPSIS             Parvana merupakan sebuah novel yang mengisahkan mengenai seorang gadis kecil berumur 11 tahun yang hidup didaerah Afganistan, pada masa rezim militer Taliban. Ibu kota Kabul porak poranda akibat perang berkepanjangan. Kesewenangan penguasa membuyarkan denyut kehidupan warga. Sekolah dibubarkan segala bentuk hiburan ditiadakan, dan perempuan dilarang keluar rumah sendiri tanpa burqo yang mengungkung tubuh.            Parvana adalah seorang gadis yang bermasa depan gilang. Ayahnya seorang terdidik lulusan Inggris dan ibunya seorang jurnals kantor berita terrmama. Namun hidup berkata la...
A. Pendekatan Objektik pendekatan objektif dibicarakan paling akhir dengan pertimbangan bahwa pendekatan ini merupaman pendekatan yang terpenting sekaligus memiliki kaitan yang paling erat dengan teori sastra modern, khususnya teori-teori yang menggunakan konsep dasar struktur. Pendekatan objektif mengindikasi perkembangan pikiran manusia sebagai evolusi teori selama kurang 2.500 tahun. Evolusi ini berkembang sejak Aristoteles hingga awal abad ke-20, yang kemudian menjadi revolusi teori selama satu abad, yaitu awal abad ke-20 hinga awal abad ke-21, dari strukturalisme menjadi strukturalisme dinamik, resepsi, interteks,dekonstruksi dan postrukturalisme (Ratman,2013:72). Pendekatan objektif merupakan pendektan terpenting sebab pendekatan apa pun yang dilakukan pada dasarnya bertumpu atas karya sastra itu sendiri. Secara historis pendekatan ini dapat ditelusuri pada zaman Aristoteles dengan pertimbangan bahwa sebuah tragedi terdiri atas unsur-unsur kesatuan, keseluruhan, kebulatan dan k...

kajian Semantik ungkapan makna tuturan

Tinjauan Semantik Ungkapan Gaul pada Bungkus Permen Kis Siti Khotijah Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Surakarta Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan makna ungkapan yang terdapat pada bungkus permen kis mint barley, mendeskripsikan fungsi ungkapan yang terdapat pada bungkus permen kis mint barley, mendeskripsikan tanggapan pembaca atau konsumen terhadap ungkapan yang terdapat pada bungkus permen kiss mint barley.Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan bersifat deskritif yaitu dengan teknik simak kemudian melakukan teknik catat selanjutnya data diklasifikasikan dan dianalisis, akhirnya disimpulkan. Sumber data berupa data formal dan informal yaitu menggunakan lambang-lambang dan kata-kata biasa.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) ditemukan pengertian makna kajian semantik, (2) Analisis makna ungkapan yang terdapat pada bungkus permen kis mint barley diantaranya (a) makna perintah, (b) makna ajakan atau seruan, (c) makna perminta...

Sadranan Tradisi Jawa

BAB I PENDAHULUAN Tradisi merupakan suatu bagian dari kebudayaan. Koentjaraningrat memandang bahwa kebudayaan sebagai keseluruan dari kelakuan dan hasil kelakuan yang didapatkan dengan cara belajar dan kesemuanya itu tersusun di dalam kehidupan masyarakat (Koentjaraningrat, 1990 :45). Kebudayaan adalah bagian dari hasil budi dan daya dapat meningkatkan derajat manusia sebagai makhluk tertinggi Tuhan diantara makhluk-makhluk Tuhan. Melalui kebudayaan manusia beradaptasi dengan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan hidup agar dapat bertahan dalam kehidupan. Kebudayaan merupakan elemen yang tidak bisa di lepaskan dari kehidupan manusia, dimana pada satu sisi manusia menciptakan budaya sekaligus produk dari budaya tempat dia hidup, hubungan saling pengaruh ini merupakan salah satu bukti bahwa manusia tidak mungkin hidup tanpa budaya. Betapapun awamnya, kehidupan berbudaya merupakan ciri khas manusia dan akan terus hidup melintasi alur jaman. Kebudayaan akan selalu menjadi warisan nenek mo...